Diyakini Berkhasiat, Air Pondok Denanyar Dijual Kemasan

OMBANG – Pondok Pesantren Mambarul Ma’arif Denanyar Jombang memiliki beberapa produk santri yang dikelola. Salah satunya, air minum dalam kemasan. Air minum yang dikelola para alumni ini masih didistribusikan untuk kalangan sendiri.

Ketua Umum Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Aziz Ja’far, menjelaskan, air minum dalam kemasan awalnya diberi nama mama (Mambaul Maarif) yang dikembangkan sejak 2017. Sumber airnya diambilkan dari dua mata air di lingkup pondok. Yakni di sebelah dalem kasepuhan KH Bisri Syansuri dan sebelah Masjid Jamik Mambaul Maarif Denanyar. ”Meski musim kemarau, airnya tak pernah surut,’’ ujarnya kemarin (28/10/2020). Dikalangan santri, air tersebut bahkan diyakini berkhasiat.

Namanya diubah menjadi maden (Mambaul Maarif Denanyar) karena nama mama sudah digunakan salah satu produksi air minum yang ada di Jakarta. ”Sekarang namanya sudah berganti “Maden”,’’ tambahnya.

Air minum dalam kemasan tersebut dikelola alumni pondok dan santri. Setiap bulan, kisaran ada 1.000 galon dan 550 kardus yang dihasilkan. Namun, karena proses perizinan dari BPOM dan SNI masih berproses, saat ini air minum hanya dipasarkan untuk kalangan sendiri. Baik internal pondok maupun alumni pondok. ”Pihak yayasan kemudian mendirikan CV yang bertugas mengelola produk air mineral dalam kemasan,’’ sahut Tatik Irawati direktur pengelola.

Meski produksi terbatas, pihaknya mengklaim kualitas air mineral dari Ponpes Mambaul Maarif bisa bersaing dengan produk pabrikan. Sebab, pengolahan air dilakukan hingga lima tahap mulai penyaringan hingga sterilisasi dengan sinar UV. ”Kemarin kami sudah melakukan uji lab dan hasilnya sudah sesuai standart spesifikasi,’’ papar dia.

Dijelaskan, tujuan pengembangan air minum mineral dalam kemasan ini adalah bentuk mengenalkan one pesantren one product (OPOP) agar santri bisa mandiri secara ekonomi. Sehingga Ponpes Mambaul Maarif ini punya ikon yang menjadi ciri khas. ”Sementara air minum kemasan ini kami kirim untuk santri yang ada di pondok dan alumni yang ada di Gresik,’’ pungkasnya. (ang/bin/jif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *